Selasa, 18 Desember 2012

contoh surat keterangan



SURAT KETERANGAN

Yang bertanda tangan dibawah ini
Saya adalah :
a.       Nama                        : -
b.      Jenis kelamin            : -
c.       Alamat usaha           : -
d.      Umur                        : -
Menerangkan bahwa:
Nama                             : -
Jenis kelamin                 : -
Alamat tempat tinggal  : -
Umur                             : -
Betul adalah sebagai Mitra Usaha saya di bidang Pengolahan Kayu Bangunan pada tempat usaha saya.
Dan kayu yangditunjuk pada saat survey oleh pihak Bank Ventura Sulsel adalah benar miliknya sendiri.
Demikian Surat Keterangan ini saya buat untuk dipergunakan seperlunya.

Macanda,   Desember 2012
       Ttd



materi manajemen biaya


MANAJEMEN BIAYA
1.  Payback Period
Adalah jangka waktu pulih modal kembali wujud semula, sering dirumuskan
cash flow (NCF)
EAT (earning after tats) + deprectation.
 (arus kas) pada dasarnya terbagi 2 yaitu :
§  cash inflow (arus kas masuk) adalah sejumlah penerimaan-penerimaan apakah pendapatan lain-lain maupun saldo akhir dari transaksi-transaksi yang lalu.
§  Cash out flow (arus kas keluar) adalah pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan biaya produksi, biaya operasional, serta pembayaran pajak, dalam penyusunan cash flow penyusutun (depreciation) tidak dimasukkan kedalamnya sebab penyusutan adalah pengeluaran seolah-olah ada, tetapi tidak ada. Maka untuk menyusunnya sebelum itu dibuat laporan pendapatan, karena penyusutan dibebankan kepada laporan pendapatan melalui biaya operasional. selisih antara cash inflow dan cash out flow adalah net cash flow



KRITERIA PENILAIAN INVESTASI
1.  Pemasaran produk
2.  Segmentasi pasar
3.  Tenaga kerja kapabel
4.  Spart-spart (onderdil)
Bila terjadi kerusakan mesin atau memerlukan penggantian dari sparts maka mudah didapatkan.
5.  Ekonomi keuangan
Diantara yang disebutkan terdahulu, maka diperlukan metode penilian ekonomi keuangan terdiri dari:
§  Payback period
§  ARR (accounting rate of retwin) adalah average rate of return
§  DCF (discounted cash flow)
a.  NPV  (net present value)
b.  IRR (internal rate return)

KEBUDAYAAN GOWA


KEBUDAYAAN GOWA YANG PERLU
DILESTARIKAN
Hasil
dan Pembahasan Musik tradisional pakacaping merupakan jenis musik tradisional yang
tersebar di seluruh etnis yang ada di Sulawesi Selatan. Musik tradisi ini berasal
dari moyang yang sama, yaitu dari pelaut Bugis Makassar. Meskipun musik ini
berasal dari moyang yang sama, akan tetapi telah mengalami perbedaan dan
kekhasan sesuai dengan etnis yang memilikinya saat ini. Musik tradisional
pakacaping adalah suatu bentuk pertunjukan music. vocal instrumental karena
dalam pertunjukannya di samping menggunakan instrumen musik yang disebut kecapi,
juga menggunakan vocal atau nyanyian yang disebut kelong. Secara etimologis,
musik tradisional pakacaping diartikan sebagai pemain kecapi yang berasal dari
dua suku kata, yaitu Pa berarti ‘pemain’ dan kata kacaping berarti ‘instrumen
kecapi’. Secara harafiah diartikan bahwa musik tradisional pakacaping adalah
suatu permainan instrumen kecapi yang dimainkan oleh satu orang atau lebih
secara berpasangan sambil akkelong (menyanyi) dengan cara si sila-sila atau si
balibali (saling berbalas syair lagu). Genre musik tradisional pakacaping yang
ada pada saat ini merupakan bentuk perkembangan dari sebelumnya.
Dalam masyarakat etnis Makassar di daerah kabupaten Gowa, musik tradisi ini
dipandang telah mengalami perkembangan. Adapun perkembangannya yang sudah
terjadi adalah secara internal dan eksternal. Masingmasing perkembangannya itu
adalah sebagai berikut.
Aspek
Perkembangan Internal Menurut aspek perkembangannya secara internal, musik
tradisional pakacaping berkembang dari segi berikut. Pertama, perkembangan
menurut instrumennya. Bentuk dan nama instrument kecapi (kacaping) yang dikenal
pada saat ini merupakan hasil dari perkembangan dari sebelumnya yang disebut
instrumen kanjilo yang belum mempunyai grip. Pono Banoe dalam Kamus Musiknya
menyebut bahwa kanjilo adalah jenis instrumen atau alat musik dari Sulawesi
Selatan yang berbentuk seperti perahu. Instrumen kanjilo ini berkembang menjadi
instrument kecapi. Pada awalanya kecapi hanya mempunyai empat grip, kemudian menjadi
kecapi lima grip, sampai kepada bentuknya saat ini sudah menjadi kecapi yang
mempunyai enam grip. Perkembangan kecapi enam grip ini pertama kali berkembang
di daerah Bugis Sidrap pada tahun 1957 yang diprakarsai oleh Andi Siti Nurhani Sapada,
A.S. Said, dan Hasan Pulu di bawah naungan Institut Kesenian Sulawesi (IKS). Di
bawah institusi ini perkembangan kecapi tersebar di seluruh Sulawesi Selatan,
termasuk di kalangan masyarakat etnis Makassar di kabupaten Gowa. Perkembangan instrumen
kecapi terjadi di Gowa terjadi disekitar tahun 1975, yaitu dengan berdirinya
SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia) Ujung Pandang yang sekarang menjadi
SMK Negeri Sombaopu Gowa. Keberadaan sekolah ini berpengaruh besar terhadap
perkembangan bentuk kecapi tradisional yang di daerah Gowa karena pemain kecapi
di Gowa meniru bentuk instrumen kecapi model SMKI yang sudah mempunyai enam
grip atau bernada diatonis. Kedua, perkembangan system tangga nada.
Berkembangnya
bentuk instrumen kecapi menjadi enam grip secara otomatis mempengaruhi nada yang
ditimbulkannya sehingga instrument kecapi yang sebelumnya hanya dapat menjangkau
lima nada, yaitu 1, 2, 3, 5, 6 sekarang sudah bernada di atonis, yaitu 1, 2, 3,
4, 5, 6, 7. Sangat jelas bahwa instrumen kecapi mendapatkan tambahan nada,
yaitu nada 4 (fa) dan nada 7 (si). Mencermati hal tersebut, berarti ada
perkembangan nada, yaitu dari lima nada pokok
menjadi tujuh nada pokok meskipun tidak semurni nada diatonis seperti tangga
nada musik barat. Ketiga, perkembangan syair lagu menurut bahasanya. Pemain
kecapi di daerah kabupaten Gowa pada awalnya hanya menggunakan satu bahasa
dalam melantunkan atau mengungkapkan syair lagunya, yaitu hanya menggunakan
bahasa Makassar, namun ada saat ini lagu-lagu pemain kecapi telah ada yang
dicampur atau dikombinasikan dengan bahasa Indonesia. Tujuan pemain kecapi
mengkombinasikan dua bahasa tersebut dalam syair lagunya tidak lain supay alebihkomunikatif
dengan audiens-nya saat ini, walaupun masih etnis Makassar, akan tetapi bahasa
Indonesia telah digunakan sebagai bahasa keseharian oleh kebanyakan masyarakat.
Keempat, perkembangan syair lagu menurut jenis syair lagunya. Sesuai dengan
data yang diperoleh di lapangan bahwa saat ini syair music tradisional
pakacaping telah mencapai sekitar 21 jenis syair lagu. Hal ini dibandingkan
pada era tahun enampuluhan yang menurut pemainnya.
sudah
menganggap lagu dulu (kelong turiolo) jika lagu pada tahun itu dilantunkanpada
saat ini. Pemain kecapi n senantiasa mengembangkan jenis yair lagunya karena
mengikuti selera masyarakat masa kini. Jenis syair lagu musik tradisional pakacaping
terus berkembang karena adanya respon pemain kecapi terhadap fenomena
lingkungan sosialnya yang juga semakin kompleks
 perkembangannya. Hal ini juga disebabkan oleh
ide penciptaan syair lagu yang berdasarkan jiwa spontanitas yang\berdasarkan
pengalaman individu pemain kecapi. Oleh karena itu, secara dinamis jenis syair
lagu pakacaping berkembang secara terus-menerus.
Aspek Perkembangan Eksternal
Musik
tradisional pakacaping selain mengalami perkembangan secara internal, juga
berkembang dari segi aspek eksternalnya. Perkembangannya secara eksternal,
dalam kajian ini ditinjau dari segi fungsi music tradisional pakacaping
berdasarkan konteks pertunjukannya. Pada awalnya musik tradisional pakacaping
hanya berfungsi sebagai hiburan pribadi tanpa membutuhkan penonton (audiens)
sebagai penikmat. Fungsi tersebut oleh R.M. Soedarsono diklasifikasikan sebagai
seni pertunjukan yang berfungsi primer. Instrumen musik kecapi, pada awalnya
hanya dimainkan oleh penduduk pedesaan untuk menghibur diri dalam konteks di
waktu senggang. Sementara itu, juga dikatakan bahwa instrument kecapi dimainkan
oleh pemain sekadar untuk menghibur diri. Pada saat ini musik tradisional pakacaping
tidak hanya berfungsi sebagai hiburan pribadi, tetapi sudah berfungsi ganda
dalam masyarakat etnis Makassar. Beberapa fungsinya menurut konteks
pertunjukannya adalah sebagai berikut.
Fungsi
Pakacaping dalam Konteks
Upacara
Adat Pakacaping dalam konteks upcara adat memiliki fungsi dan peran penting
dalam masyarakat karena dengan hadirnya pakacaping dapat menambah kemeriahan, keakraban,
dan rasa kekeluargaan antarwarga, khususnya bagi penyelenggara pesta.

B. ALASAN MENGAPA KEBUDAYAAN INI
PERLU DI LESTARIKAN 
Alasanya kebudayaan ini dilestarikan karena, sebagian masyarakat etnis Makassar
di daerah kabupaten Gowa senantiasa memilih pertunjukan ini untuk dijadikan
sebagai media hiburan dalam pesta yang dilaksanakannya. Musik pakacaping
dihadirkan seperti dalam konteks pesta adat perkwinan, sunatan, khitanan, dan pesta
upacara hajatan lainnya yang diselenggarakan menurut adat-istiadat yang
berlaku.
Dan
kebudayaan ini penuh dengan mistis, dan semua masyarakat yang ada di seluruh
pelosok sabang sampai merauke, rote sampai miangas hampir kenal dengan
kebudayaan pakacaping.

2.    Menurut pendapat saya tentang :
Mitis
menurut saya  adalahOrang menyebut budaya yang lama
dengan istilah ”primitif”. Kendati sebutan itu menurut Peursen sudah tidak
relevan lagi. Karena, menurutnya, dunia alam pikirannya mengandung suatu
filsafat yang dalam, gambaran yang ajaib dan adat istiadat yang beragam.
Runutan epistemologis akan menemukan kata mitos dari kata mitis ini, kata mitos
sendiri berarti sebuah cerita yang memberikan pedoman dan arah tertentu untuk
sekompok orang. Mitos biasanya diturunkan oleh pendahulu dan akan diteruskan
lagi. Begitulah kemudian akhirnya sebuah mitos bergulir dari jaman ke jaman.
Cerita atau tuturan penurunan ini dapat diungkapkan dengan kata-kata,
tari-tarian, atau pementasan lain, wayang misalnya. Tarian di samping sebagai
salah satu wujud tradisi lisan, juga sekaligus sebagai suatu bentuk seni
pertunjukan. Dikatakan sebagai suatu tradisi lisan karena tarian tersebut
mengandung dimensi mithologi atau pesan tertentu yang hanya dipahami oleh
pendukung tarian tersebut, dengan demikian menjadi sarana komunikasi,
sosialisasi atau sebagai suatu proses reproduksi kebudayaan baik dalam konteks
ritual, seni, maupun dalam bentuk pertunjukan lainnya.
Ontologis
menurut saya adalahDalam
alam pikiran ontologis, manusia mulai mengambil jarak terhadap segala sesuatu
yang mengitarinya. Ia tidak begitu terkurung lagi, bahkan kadang ia bertindak
sebagai penonton atas hidupnya sendiri. Ia berusaha memperoleh pengertian
mengenai daya-daya kekuatan yang menggerakkan alam dan manusia. Perkembangan
ini pernah disebut sebagai perkembangan dari ”mitos” ke ”logos”. Kata ”logos”
mengandung arti sesuatu yang mirip dengan ”logis”. Namun dalam tahap ini memang
manusia tidak hanya melulu berpikir secara logis, tapi emosi dan harapan juga
bermain di sini, pun agama dan keyakinan juga tetap berpengaruh. Sekarang
ajaran mengenai dunia mitologis berubah menjadi metafisika
Fungsionalis
menurut saya adalah Tahap fungsional adalah sikap dan alam pikiran yang makin
nampak dalam manusia modern. Kita  tidak
begitu terpesona lagi oleh lingkungannya (sikap mitis). Ia tidak lagi, dengan
kepala dingin, mengambil jarak terhadap obyek penelitiannya (sikap ontologis).
Kita  ingin mengadakan relasi-relasi
baru, suatu kebertautan yang baru terhadap segala sesuatu dalam lingkungannya.
Dalam gambar strategi fugnsional itu nampak sebagai berikut:Strategi
kebudayaan sebetulnya lebih luas dari pada hanya menyusun suatu policy tertentu
mengenai kebudayaan. Di belakang policy ekbudayaan seperti disusun oleh
pemerintah atau diperjuangkan oleh sekelompok seniman atau ilmiawan,  yang terpampang masalah-masalah yang lebih
luas jangkauannya. Seperti misalnya pertanyaan-pertanyaan menyangkut tujuan
hidup, makna kehidupan, norma yang mengatur kontak antar manusia, dan yang lain
. Dan oleh karena pertanyaan itu, manusia selalu berusaha menemukan
jawaban-jawabannya yang baru, tentang keadaan sekarang.

3.    Resume pembahasan kelompok 2 yang membahas tentang
strategi kebudayaan  
STRATEGI KEBUDAYAAN
Dengan demikian timbullah pengertian mengenai
rencana yang terdapat dalam setiap lingkungan kebudayaan. Dari ketiga tahap tersebut baik
mitis, ontologis, maupun fungsional bukan merupakanbagian yang terpisah-pisah.
Manusia primitif dengan dongeng-dongeng mitisnya juga dapat mendekati sesuatu
secara fungsional. Sebaliknya masyarakat yang berada pada masa modern tidak
lepas dari unsur-unsur magis serta masih dapat dipengaruhi oleh mitos-mitos.
Sejarah kebudayaan manusia tidak dengan sendirinya memperlihatkan suatu garis
yang menanjak yang akhirnya mengharuskan manusia mengatur strategi
kebudayaannya.
Proses
belajar dalam kebudayaan menghasilkan bentuk-bentuk baru dan menimbun
(akumulasi) pengetahuan dan kepandaian. Ini tidak berarti bahwa lewat proses
belajar selalu dihasilkan buah-buah yang positif. Lewat trial and error manusia
menjadi bijaksana, kekeliruan dan kesalahan ada manfaatnya. Dengan belajar
manusia dapat mengenal tanda-tanda dan tidak hanya tanda-tanda yang
diikutsertakan. Tanda mempunyai pertalian tertentu dan tetap dengan apa yang
ditandai. Manusia dapat menciptakan tanda-tanda yang akhirnya disebut dengan
lambing. Lambang-lambang yang menceritakan pengalaman merupakan ilustrasi
mengenai proses belajar yang luas dan biasanya kita sebut kebudayaan.
Pada
dasarnya hakekat kebudayaan sama dengan hakekat manusia, karena kebudayaan
merupakan endapan dari kegiatan dan karya manusia. Pada masa lalu, untuk
mempelajari kebudayaan biasanya bertindak dengan sangat teoretis atau
menerapkan pandangan-pandangan teoretis. Yang diutamakan adalah mempelajari
hakekat kebudayaan, filsafat kebudayaan teoretis. Tetapi, cara pendekatan
tersebut sekarang telah berubah ke arah persoalan-persoalan praktis. Sekarang
secara praktis tidak hanya mempelajari kebudayaan secara teoretis saja, tapi
berusaha untuk menyusun policy kebudayaan, suatu strategi kebudayaan.
Pendekatan ini tampak jelas pada kata-kata baru, kata-kata kunci, yang sering
kita dengar dan lihat pada media massa elektronik dan surat kabar, pada
kursus-kursus upgrading atau penataran, pada pada aksi-aksi kaum remaja serta
pada diskusi-diskusi politik, seperti pembaharuan sistem pendidikan, perncanaan
kota, tata ruang lingkup, peningkatan atau penurunan produksi, pengotoran
lingkungan, sampai rasa gelisah mengenai lunturnya norma-norma yang dulu
berlaku. Kata-kata ini merupakan jalan yang menjelaskan poicy kebudayaan yang
masih harus dibuat. Maka, filsafat kebudayaan modern akan meninjau kebudayaan
tersebut dari sudut poicy tertentu sebagai strategi atau rencana utama di masa
depan.
Filasafat
kebudayaan bukan menjadi tujuan tersendiri, tetapi sebuah sarana untuk membantu
memaparkan suatu strategi kebudayaan untuk masa depan. Pengelolaan sarana
tersebut dapat dijelaskan dengan mengamati dua pergeseran yang terjadi dalam
pendapat-pendapat mengenai hakekat kebudayaan. Pergeseran pertama, bahwa dahulu
dan sekarang ada orang berpendapat bahwa kebudayaan meliputi manifestasi dari
kehidupan manusia yang luhur dan yang bersifat rohani (agama, kesenian,
filsafat, ilmu pengetahuan, tata Negara, dll). Ciri khas pendapat ini adalah
pada perbedaan yang dibuat antara bangsa-bangsa berbudaya (beradab tinggi)
dengan bangsa-bangsa alam (dianggap masih primitif).
Akan
tetapi, pendapat tersebut sudah disingkirkan. Sekarang kebudayaan merupakan
manifestasi kehidupan setiap orang dan setiap kelompok orang-orang, dimana
manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam tetapi juga mengubah alam
tersebut. Pergeseran kedua, bahwa kebudayaan dipandang sebagai sesuatu yang
sangat dinamis. Kebudayaan tidak lagi hanya berupa sebuah barang koleksi
(karya-karya kesenian, buku, alat-alat, bangunan gedung, dll) tetapi kebudayaan
dihubungkan dengan kegiatan manusia alat-alat dan senjata-senjata, tata upacara
tari-tarian dan mantera-mantera, dll yang diturunkan atau diajarkan ke
anak-anaknya dengan diperlakukan pola kelakuan yang berhubungan dengan erotik,
perburuan, parlemen, sidang-sidang, pesta perkawinan.
Sekarang
konsep kebudayaan diperluas dan dinamisir yang dipengaruhi oleh perkembangan
hidup manusia yang semakin cepat. Selain itu terdapat faktor lain yaitu
kekuatan-kekuatan (takdir yang tak terelakan) yang ikut mempengaruhi
kebudayaan. Sekarang manusia berusaha mencoba untuk mencampuri dan menangani
kekuatan-kekuatan tersebut. Manusia berusaha memikirkan bagaimana masalah
kebudayaan dapat ditangani, dikeloa, diperalat. Untuk itu manusia hendaknya
sadar tentang kebudayaa, dan untuk membantu hal tersebut diperlukan bagan atau
skema yang menerangkan perkembangan kebudayaan. Bagan atau skema tersebut
menggambrkan mengenai kebudayaan yang sekaligus juga merupakan sebuah peta sehingga
kita dapat menggambarkan perkembangan dari jaman dulu ke masa depan. Kemudian
bagan tersebut dijadikan jalan untuk mengevaluasi atau menilai kebudayaan
manusia secara kritis.
Perkembangan
kebudayaan harus dievaluasi, karena kebudayaan selalu berlangsung dalam suatu
ketegangan antara imanensi dan trandens sebagai cirri khas seluruh kehidupan
manusia. Dimana kehidupan manusia berlangsung ditengah-tengah proses kehidupan
(imanensi), akan tetapi juga selalu juga muncul dari arus alam raya untuk
kemudian menilai alamnya sendiri dan mengubahnya (transendensi). Arus alam
tersebut berlangsung terus-menerus dalam diri manusia, tapi nampak dimensi yang
baru. Manusia tidak membiarkan dirinya hanyut dalam proses-proses alam begitu
saja, akan tetapi manusia akan melawan arus terebut. Manusia juga menilai dan
mengevaluasi alam sekitarnya. Evaluasi tersebut tidak tidak dilakukan hanya
dengan melalui daya-daya tinggi atau bersifat rohani saja. Tapi, juga dilakukan
dengan melalui bidang yang lebih bersifat naluri atau nafsu.
Evaluasi
yang dilakukan manusia tersebut nantinya akan menghasilkan perbuatan-perbuatan
alamiah dan jasmaniah (makan, bernafas, bersetubuh, kelakuan agresif, dll) yang
dibudayakan dan diangkat menjadi kebudayaan.Hukum kebudayaan berbeda dengan hukum
alam. Karena hukum kebudayaan tidak ditaati secara mutlak. Bahkan manusia bisa
melawannya atau mengabaikannya. Manusia-manusia yang tidak dapat mentaati
kaidah-kaidah tersebut mungkin karena tingkat moralnya rendah atau mungkin
secara sadar menurut manusia tersebut kaidah-kaidah tersebut tidak lagi memadai
dan perlu adanya perubahan. Hal inilah yang menyebabkan sejarah perkembangan
manusia selalu menunjukkan dimensi yang baru (penilaian moral, pembelokkan arah
kebudayaan, dorongan pembaharuan).
Teori
yang berhubungan dengan pembahasan saya :
Teori
Kritis merupakan salah satu dari teori sosiologi, yang dikenal dengan teori
kritik masyarakat. Teori ini bermaksud untuk mengubah masyarakat baik
secara ontologis, epistemologis maupunaksiologis. Teori kritis secara
dialektis merupakan perkembangan lanjut dari teori tradisional. Teori kritis
dikaji melalui dialektika antara teori kritis dengan teori tradisional, di
samping itu ia juga bermaksud membongkar kedok-kedok teori tradisional mengenai
pertautan pengetahuan dengan kepentingan.
4.    Untuk mempertahankan kebudayaan yang
ada menurut saya:
1.    Melakukan seminar-seminar
kebudayaan.
2.    Melakukan promosi baik di media
informasi maupun  media yang lainnya.
3.    Melakukan budaya tanding .
4.    Menghargai budaya yang lain.
5.    Melestarikan budaya yang sudah ada.

Selasa, 11 Desember 2012

10 SOAL-JAWAB TENTANG MATERI MANAJEMEN PEMASARAN


1.      Apa yang dimaksud Manajemen Pemasaran?
Jawab   : Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba
2.      Apa yg dimaksud implementasi pemasaran?
Jawab   :    Adalah Proses yang mengubah strategi dan rencana pemasaran menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran
3.      Sebutkan bentuk umum dalam departemen pemasaran yang modern,
Jawab :
  • Organisasi fungsional dimana berbagai aktivitas pemasaran yang berbeda dikepalai oleh spesialis fungsional : manajemen penjualan, periklanan, riset pemasaran, pelayanan terhadap pelanggan, manajemen produk baru.
·         Organisasi geografik, dimana karyawan bagian penjualan dan pemasaran diberi tugas di negara, wilayah atau distrik tertentu.
·         Organisasi manajemen produk, karyawan inin mengembangkan pemasaran dan strategi lengkap untuk produk atau merk tertentu, bila perusahaan ini mempunyai banyak produk atau merk yang amat berbeda.
·         Bila firm yang menjual satu lini produk kepada banyak tipe pasar berbeda yang mempunyai organisasi manajemen pasar. Manajer ini bertanggung jawab untuk mengembangkan rencana jangka panjang dan tahunan untuk keunggulan utama dari sistem ini adalah bahwa perusahaan diorganisasikan disekitar kebutuhan spesifik segmen pelanggan.
4.      Sebutkan Audit Lingkungan Pemasaran dan jenisnya?
Jawab :
·         Lingkungan Makro
a)      Demografi, kecenderungan utama apa yang menimbulkan ancaman dan peluang untuk perusahaan ini?
b)      Ekonomi, perkembangan apa dalam pendapatan, harga tabungan dan kredit akan berdampak pada perusahaan?
c)      Alami, bagaimana perkiraan biaya dan ketersediaan sumberdaya alam dan energi? Apakah perusahaan bertanggung jawab memelihara kelestarian lingkungan?
d)     Teknologi, perubahan teknologi apa yang sedang berlangsung? Bagaimana posisi perusahaan dalam teknologi?
e)      Politik, undang-undang apa yang sudah berlaku dan sedang dibahas akan mempengaruhi strategi pemasaran?
f)       Budaya, bagaimana sikap publik terhadap bisnis dari perusahaan? Perubahan apa dalam gaya hidup konsumen yang mungkin mempunyai dampak?
·         Lingkungan Mikro
a)      Pasar. Apa yang sedang terjadi pada ukuran pasar, pertumbuhan, distribusi geografi dan laba?
b)      Pelanggan. Bagaimana pandangan pelanggan mengenai mutu produk, jasa dan harga?
c)      Pesaing. Siapa pesaing utama? Apa strategi yang dipakainya, berapa pangsa pasarnya dan apa kekuatan serta kelemahannya?
d)     Saluran distribusi. Saluran utama apa yang dipakai perusahaan untuk mendistribusikan produk lepada pelanggan? Bagaimana presentasi kerjanya?
e)      Pemasok. Kecenderungan apa yang mempengaruhi pemasok? Bagaimana perkiraan ketersediaan sumber daya kunci untuk produksi?
f)       Publik. Publik kunsi mana yang membawa masalah atau peluang? Bagaimana perusahaan menghadapi publik ini?
5.      Sebutkan audit pemasaran?
Jawab :
  • Misi bisnis. Apakah misi diuraikan dengan jelas dan berorientasi pada pasar?
  • Obyektif pemasaran. Apakah perusahaan sudah menerapkan obyektif yang jelas sebagai pedoman perencanaan pemasaran dan mengukur presentasi? Apakah obyektif ini cocok dengan peluang perusahaan dan sumber dayanya?
  • Strategi pemasaran. Apakah perusahaan mempunyai strategi pemasaran yang mantap untuk mencapai obyektifnya?
  • Anggaran. Apakah perusahaan menganggarkan sumber daya yang cukup untuk segmen, produk, wilayah dan unsur-unsur eleven bauran pemasaran?
6.      Sebutkan macam-macam audit organisasi pemasaran!
Jawab :
a)Struktur formal. Apakah kepala bagian pemasaran mempunyai wewenang yang memadai atas aktivitas yang mempengaruhi kepuasan pelanggan? Apakah kegiatan pemasaran secara optimal disusun sesuai dengan lini fungsi, produk, pasar dan teritori?
b)      Efesiensi fungsi. Apakah pemasaran dan penjualan berkomunikasi secara efektif? Apakah staff pemasaran dilatih, disupervisi, dimotivasi dan dievaluasi dengan baik.
c)Efesiensi antar bagian. Apakah staff pemasaran bekerja sama dengan baik dengan bagian manufaktur, litbang, pembelian, sumber daya manusia dan bidang-bidang non pemasaran yang lain?
7.      Sebutkan beberapa konsep  inti  pemasaran?
Jawab :
a)Kebutuhan
b)      Keinginan
c)Permintaan
d)     Produk (organisasi, jasa, ide)
e)Nilai pelanggan
f) Kepuasan pelanggan
8.      Ada 5 kondisi yang harus dipenuhi agar pertukaran dapat terjadi.Sebutkan!
Jawab:
a. terdapat sedikitnya dua pihak
b.masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga bagi pihak lain
c.    masing-masing pihak mampu berkomunitas dan melakukan penyerahan
d.      Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran
e. Masing-masing  pihak yakin bahwa berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat (negoisasi)

9.      Sebutkan komitmen TQM!
Jawab:
-       focus terhadap pelanggan
-       memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
-       menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
-       memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki proses
-       memperbaiki proses secara kesinambungan
-       menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan
10.  Apa yang dimaksud transaksi?
Jawab  :  Transaksi adalah perdagangan antara dua pihak, yang paling sedikit melibatkan dua macam nilai, persetujuan mengenai kondisi, waktu dan tempat.